Apa arti hijrah dalam artian sebenarnya ?
Assalamu'alaikum,
Shaliha 😊... kali ini kita akan belajar tentang Apa sih arti Hijrah dalam arian
yang sebenarnya ?, Nah, Hijrah berasal dari bahasa arab “ هِجْرَة” yang artinya: (1) pindah, menjauhi atau
menghindari. (2) Kerasnya sesuatu (الهجر الهجير الهاجرة);
berarti tengah hari di waktu panas sangat menyengat (keras). mungkin kita
pernah mendengar kalimat Bahwasanya Rasulullah Shalallahu 'alaihi
wassalam pernah berhijrah dari Mekah ke Madinah. pernah, kan ? Mungkin
umat islam banyak yang mengira, bahwa peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari
Mekah ke Madinah adalah sesuatu hal yang biasa, layaknya seseorang yang sedang
migrasi dari satu tempat ke tempat lainya. Padahal sebenarnya tidak semudah
itu, butuh perjuangan yang sangat besar. Pada waktu itu perlawanan dari kaum
Musyrikin Mekah pada umat islam sangatlah merajalela, mereka tak segan-segan
menghabisi nyawa para umat Islam yang akan hijrah, sampai-sampai keselamatan
Rasulullah SAW dan para sahabatnya pun juga ikut terancam. Ditambah lagi,
Rasulullah SAW hijrah setelah semua sahabat telah berangkat menuju Madinah.
Inilah jiwa seorang pemimpin sejati, beliau lebih mementingkan keamanan dan
keselamatan umatnya terlebih dahulu dari pada dirinya sendiri, ditambah beliau
juga memiliki ketenangan
hati yang luar biasa walau pun keadaan sedang genting. Saat
itu, Rasulullah SAW ditemani oleh dua orang sahabat, yakni Abu Bakar serta Ali
bin Ali Thalib. jadi, kira-kira kisah hijrah Rasul SAW dari Mekah ke Madinah
begitu, Shaliha 😊
Tapi yang
menjadi permasalahan khususnya di Indonesia adalah ketika Hijrah itu diartikan
hanya berpindah tempat saja. Misalnya, Seorang Muslimah yang dulunya belum
memakai jilbab menjadi memakai jilbab tapi foto selfie yang mengundang lelaki
ajnabi masih bertebaran di media sosial. padahal fungsi hijab adalah untuk
menutupi aurat dan wanita adalah fitnah terbesar bagi laki-laki dan sebaliknya,
di zaman yang penuh dengan fitnah ini munculnya hijab syar'i tapi modis bahkan
mengundang perhatian tiap mata yang memandang. bahkan lucunya lagi sorang
muslimah mengaku bahwa dirinya sudah berhijrah namun masih aktif berikhtilath
bahkan berkhalwat dengan laki-laki yang bukan mahromnya.
Allah
melarang mendekati perbuatan zina, dalilnya: وَلاَ
تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
“Dan
janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32). karena syaiton atau
iblis merupakan makhluk Allah yang paling kreatif dan inovatif maka kita perlu
berhati-hati dengan larangan Allah SWT yang satu ini. mungkin kita sudah bisa
menghindari dari kegiatan ikhtilath (campur baur antara laki-laki dengan
perempuan tanpa hijab dan alasan syar'i) dan khalwat (berdua-duan dengan lawan
jenis yang bukan mahrom/muhrimnya). tapi sekali lagi syiton dan iblis adalah
makhluk Allah yang paling kreatif dan inovatif mereka melakukan berbagai cara
untuk mencari teman di Neraka kelak. salah satu tipu dayanya adalah chating
antara laki-laki dengan perempuan yang tidak penting, berhaha-hihi di media
sosial bahkan salah satu tipu daya syaiton dan iblis yang sedang marak di zaman
yang penuh fitnah ini adalah dengan cara menghalalkan pacaran dibungkus dengan
syariat seperti, saling mengingatkan sholat, puasa, atau bertanya tentang Islam
kepada lawan jenis. padahal ustadz dan ustadzh sudah banyak di sekeliling kita.
atau kita bisa mencari tau yang kita ingin tau di internet, iya kan Dear ? hehe
اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ
لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ
لِلطَّيِّبَاتِ.
“
Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki
yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik
untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An
Nur:26).
ada dua
pilihan untuk kita wahai, Shaliha. menjadi perhiasan dunia ini atau menjadi
fitnah di dunia ini. tapi, tetap ingatlah kita perlu belajar mengelola hati
kita dari penyakit hati, seperti sombong karena merasa lebih shaliha dari teman
kita. Jangan pernah merasa bangga dengan perbuatan baik yang
pernah kita lakukan diwaktu-waktu tertentu, karena kita sama dengan yang
lainnya, kita hanya wanita biasa, kita tak lebih baik darinya, dari kau, atau
dia. Bahkan sebaik-baiknya diri kita masih lebih baik diri orang lain.
Sadarlah, bahwa kita hanyalah wanita biasa yang masih mencari ridha Allah,
masih mencari arti sebuah bahagia yang sebenarnya.
Jika ada
khilaf, maka tegurlah kesalahan apa yang telah tanpa sadari aku perbuat, dan
jika aku lupa tentang tugas sebagai hamba Allah, maka ingatkanlah dengan tanpa
perasaan jenuh. Karena diriku hanya wanita biasa yang tengah berjuang untuk
menjadi muslimah sejati dihadapan Allah. Ingat wahai shaliha, jangan
sampai hijrah kita hanya merubah penampilan kita namun tidak dengan, akhlak dan
iman kita yang berusaha kita percantik untuk mencapai ridha dari Allah SWT.
Referensi :
http://www.qolbunhadi.com/kisah-hijrah-nabi-muhammad-saw-dari-mekah-menuju-madinah/

tulisannya kurang rapi. terus type huruf nya beda beda. ukurannya juga. isi nya udah bagus. sip
BalasHapustolong ajarkan saya cara mengedit tulisan ya ukhti..
Hapus